Di musim panas tahun 2000 diadakan seminar di Jakarta sebagai penjabaran dari terbitnya buku yang sebagian terlaksana berkat usaha LITINDO, yaitu: Enam Belas Dokumen Dasar Calvinisme (karya Dr. Th. van den End). Seminar itu diprakarsai oleh Indonesian Calvin Society (Kalangan Calvin Indonesia) yang pada tahun sebelum itu didirikan oleh para teolog Indonesia. Para peserta adalah utusan dari beberapa gereja terkemuka dan sekolah-sekolah Teologi yang ternama di Indonesia, jadi para hadirin sangat berbeda-beda, dan datang dari seluruh pelosok Indonesia. Dari kalangan GGRI yang hadir ialah Pdt. Amien D. (Kalimantan) dan dari GGMM, Pdt. Yonsong Dethan (Kupang, NTT). LITINDO diwakili oleh Pdt. Groen. Di bawah pimpinan Dr. Th. van den End dan Dr. Chr. de Jonge, para peserta merenungkan relevansi dari dokumen-dokumen yang sangat tua itu. Berbagai tafsiran (sebagian besar karya Dr. Blake, yang berhalangan menghadiri seminar itu karena sakit) menunjukkan dengan jelas bahwa Calvijn sangat penting artinya bagi gereja-gereja di Indonesia dalam situasi dewasa ini. Bagaimanakah hubungan antara gereja dan negara menurut Calvijn? Bagaimanakah kita sebagai orang Kristen harus bersikap dalam situasi politik dewasa ini, dalam segala diskusi di sekitar peralihan ke sistem demokrasi? Apakah pendapat Calvijn tentang kebebasan? Bagaimanakah eskhatologinya? Bagaimanakah masalah pemilihan? Dan bagaimakah hubungan pemilihan itu dengan penderitaan orang-orang Kristen di Asia dewasa ini?
Demikianlah buku ini dan seminar ini memberi dorongan kuat untuk menyelidiki apa yang hendak dikatakan oleh Calvijn kepada orang-orang Kristen di Indonesia dewasa ini.