Pdt. D. Griffioen
Perkenankanlah saya memperkenalkan diri:
Saya Dirk Griffioen, lahir tanggal 11 Mei 1949 di Abcoude, sebelah barat-laut Utrecht. Di daerah subur di jantung negara Belanda itu saya dibesarkan di sebuah peternakan di tengah-tengah sapi-sapi dan ternak lainnya. Saya masuk sekolah menengah (MULO) di kota Breukelen, dan setelah lulus, atas nasihat ayah saya, maka dalam musim panas 1964, saya masuk ke Sekolah Guru Gereformeerd yang baru saja dibuka di Amersfoort. Saya sangat senang mengikuti pendidikan guru lima-tahun yang diarahkan dengan kuat pada pengetahuan umum para murid. Di situ bukan saja saya menerima pendidikan untuk guru 'sekolah dasar', tetapi saya juga berkenalan dengan gadis yang pada tahun 1970 menjadi istri saya, Reina L. Donker. Setelah memperoleh ijazah 'hoofdacte' dari sekolah guru itu, September 1969 saya diterima sebagai guru di 'sekolah dasar' van Capelle di pinggir sungai IJssel.
Pada awal 1972, hidup kami tiba-tiba sama sekali berubah karena saya diminta bekerja untuk zending oleh gereja pengutus di Enchede-Noord, dan menjadi dosen untuk Sekolah Alkitab Pusat di Bomakia, Irian Jaya, Indonesia. Setelah mengikuti pendidikan zending kilat di lembaga Hendrik Kraemer di Oegstgeest, kami tiba dengan putri kami yang sulung di lapangan zending Gereja-Gereja Gereformeerd, tepat pada hari peringatan Hervormed. Pada waktu itu generasi pertama para penginjil sedang menyelesaikan pembangunannya. Saya bekerja di sana sampai Juni 1985 diselingi oleh masa-masa cuti sebagai dosen pada Sekolah Alkitab Pusat. Selalu ada tugas lain yang harus dilakukan: perjalanan kerja menyusuri desa-desa untuk mengunjungi para guru/penginjil dan mengadakan rundingan tentang orang-orang yang akan dibaptis, tentang pekerjaan lektur, tentang 'pekerjaan pos' yang memerlukan improvisasi. Keluarga kami dikurniai tiga putri lagi di Irian Jaya. Reina terus sibuk memberi pelajaran sekolah kepada anak-anak para penginjil lain dan tentu saja juga kepada anak-anak kami sendiri.
Ketika kami pulang ke Belanda pada tahun 1985, saya enggan kembali ke pendidikan dasar. Sementara itu saya memperoleh dua ijazah menengah (MO-A dan B Agama) pada OGG, Opleiding Gereformeerde Godsdienstlelaren (pendidikan Guru Agama Gereformeerd), dan di tahun 1986 saya mendapat pekerjaan paruh-waktu di Sekolah Greijdanus di Zwolle. September 1985, saya mengikuti pra- pendidikan dua tahun di Kampen sebagai mahasiswa-dengan-panggilan- lambat. Pada akhir tahun 1992 saya menyelesaikan studi teologi pada Universitas Teologia, dan meraih gelar sarjana (mata pelajaran pokok misiologi). Tahun 1993 saya ditahbiskan sebagai pendeta Gereja Gereformeerd di Voorburg. Kemudian dengan segala kerendahan hati saya mulai dengan studi doktor pada Rijksuniversiteit Utrecht di bawah bimbingan Prof. J.A.B. Jongeneel. Pokok pelajarannya ialah penelitian terhadap teologia agama yang diselidiki oleh Gustav Warneck, Hendrik Kraemer dan Lesslie Newbigin. Jalan studi itu masih jauh, tetapi juga setelah panggilan untuk bekerja di gereja Amsterdam-Pusat pada tahun 1999 saya sambut baik, saya melanjutkan kuliah saya setiap minggu.
Sekarang ini lebih daripada di masa lalu, keberadaan gereja di Amsterdam mengandung arti: keberadaan gereja dalam status misi. Kami menikmati tempat tinggal kami di Duivendrecht, daerah pedesaan di luar Amsterdam, ibukota Belanda yang selalu ramai, dan di mana penduduknya selalu menggerutu tentang satu dan lain hal. Setelah anak-anak kami tidak lagi tinggal bersama kami, istri saya Reina mulai mengajar lagi di sekolah dasar Gereformeerd di Amsterdam. Dia melakukan tugasnya dengan senang hati. Pastori kami sangat sepi setelah dua putri kami menikah, dan dua yang lain tinggal di apartemen mereka masing-masing Sementara itu kami sudah menikmati kehadiran seorang cucu perempuan.
Saya sangat suka membaca buku-buku teologia dan mendengarkan musik klasik.