Pdt. S.M. Alserda
Perkenankanlah saya memperkenalkan diri:
Perkenankanlah saya memperkenalkan diri: Nama saya S.M. Alserda. Saya lahir tanggal 11 November 1955 di Marun (Groningen), di pastori kota itu, meskipun ayah saya bukan pendeta. Pada waktu itu jabatan pendeta belum terisi, dan pastorinya untuk sementara waktu didiami oleh orangtua saya.
Setelah setahun belajar di MAVO (di Zuidhorn), saya masuk Gereformeerd Lyceum di Groningen, bagian Gymnasium. Sekarang ini nama sekolah itu ''Gomarus-college''.
Karena saya belum yakin apakah saya ingin menjadi pendeta, dan karena mata pelajaran eksakta lebih cocok dengan saya dibandingkan dengan bahasa, maka sesudah tahun pelajaran ketiga, saya memilih jurusan B dari Gymnasium. Itu berarti bahwa bahasa Yunani bukan lagi merupakan mata pelajaran bagi saya, sehingga dari bahasa-bahasa kuno, saya hanya memperoleh pelajaran bahasa Latin.
Sesudah ujian akhir tahun 1974, saya memutuskan juga untuk belajar teologia di Kampen. Tetapi saya harus lebih dahulu belajar bahasa Yunani selama setahun supaya dapat diterima di Sekolah Tinggi Teologia. Baru tahun 1975 saya mulai belajar di situ.
Pada waktu itu, saya diajak oleh rekan semahasiswa, G. Riemer untuk bergabung dengan klub zending, dan saya tetap menjadi anggota klub itu selama masa studi saya di Kampen. Mulai waktu itulah perhatian saya tertarik kepada zending. Karena sering menghadiri kongres-kongres zending, minat saya semakin tertik ke arah itu. Di zaman itu, di samping mata pelajaran pokok, kami harus memilih dua mata pelajaran tambahan, dan yang saja pilih ialah Misiologi sebagai mata pelajaran yang kedua. Dengan skripsi tentang H.C. Hoekendijk (di bawah bimbingan Drs. M.K. Drost), saya menyelesaikan bagian dari studi itu (mata pelajaran pokok ialah Dogmatika). Dari situ sudah tampak bahwa bagi saya, zending hanya merupakan salah satu kemungkinan, dan bahwa saya tidak pernah benar-benar terpaku kepadanya.
Pada awal 1984 saya lulus, dan oleh klasis Kampen dinyatakan sebagai siap dipanggil. Juga waktu itu saya tidak hanya mempertimbangkan pekerjaan zending. Salah satu dari keempat panggilan yang saya terima ialah jabatan zending yang ditawarkan oleh Drachten-Z/O. Yang ketiga lainnya berkaitan dengan jemaat-jemaat di Belanda. Khususnya melalui beberapa pembicaraan dengan H.C. Gunnink dan Jac. Kruidhof saya menjadi yakin bahwa saya harus menyambut baik jabatan zending itu. Demikianlah saya tiba di Kalimantan- Barat pada tahun 1986. Dan di sana saya bekerja dengan senang hati selama kira-kira tujuh tahun.
Sejak itu saya tidak bisa lagi melepaskan diri dari pekerjaan zending. Daya tariknya teralu terlalu kuat bagi saya.
Setelah saya terpaksa pulang ke Belanda September 1993 (izin tinggal kami tanpa terduga tidak diperpanjang lagi), saya menjadi pendeta di Vroomshoop. Saya akan selalu mengenang jemaat itu dengan penuh rasa syukur. Hampir sejak awal periode itu saya terlibat dengan proyek Litindo, yaitu sebagai anggota Dewan Redaksi. Di samping itu saya diutus oleh klasis Hardenberg ke CvG (College van Gedeputeerden voor de Zending), yang di kemudian hari diubah namanya menjadi OZD (Overijlsselse ZendingsDeputaten). Dalam periode itu saya mengajar sebagai dosen tamu selama lima minggu di Boma, Irian Jaya. Tugas itu dilakukan dalam kerangka proyek Terbang-dan- Mengajar.
Sejak Agustus 2001 saya menjadi pendeta jemaat di Hoogkerk. Dan dari situ saya mengunjungi Jakarta pada bulan Maret 2002, dalam rangka proyek- SETIA. Saya ke situ sebagai anggota sebuah delegasi, yang atas perintah Dewan Indonesia harus mengevaluasi pekerjaan Pdt. H. Venema di sekolah itu.
Saya senang bahwa melalui LITINDO saya masih tetap terlibat dalam zending, dan saya melakukan pekerjaan itu dengan sukacita.