Bina Kasih


Pdt. H. Venema sedang berbicara dengan Bapak Oppusunggu (kanan).
Badan Penerbit Bina Kasih di Jakarta (kepanjangannya: Yayasan Komunikasi 'Bina Kasih' dipimpin dengan sangat tegas oleh direkturnya: H.A. Oppusunggu, seorang yang bersemangat, berpandangan luas dan memiliki pendapat yang jelas. Penerbitan yang dipimpinnya hanya mau memasarkan buku-buku yang jelas dikenal sebagai bacaan Alkitabiah. Oppusunggu membenci segala kritik terhadap Kitab Suci, tetapi dia juga tidak menyukai fundamentalisme yang berlebih-lebihan, ataupun buku-buku yang meletakkan tekanan berat pada kharismatik. Dia cemas memikirkan generasi-gereja dewasa ini, yang sebagian besar terkantuk-kantuk, dan tidak menyiapkan diri untuk menghadapi perang rohani di masa mendatang.
Oppusunggu menganggap pekerjaannya sepenuhnya sebagai tugas misioner di negara Indonesia ini, dan yakin akan kekuatan kata-kata yang tertulis. Mengenai keyakinan LITINDO sependapat dengan dia. Banyak buku milik LITINDO berkesan kepadanya, karena berisi teologia yang konsekuen, berdasarkan otoritas Alkitab sebagai Firman Allah.
Oppsusunggu berpendapat bahwa secara khusus kita harus mengarah kepada kaum muda. Karena itulah dia mengubah gaya bahasa dalam buku-buku kita, untuk menjadikannya lincah dan menarik. Memang pekerjaan itu makan banyak waktu, tetapi hasilnya sungguh memuaskan! Bina Kasih hanyalah badan penerbit yang kecil, tetapi apa yang diterbitkannya bermutu tinggi. Sayangnya, pengelolaan badan penerbit itu hampir seluruhnya tergantung dari pribadi Oppusunggu seorang, padahal dia sudah mendekati usia pensiun....

 kembali ke halaman tadi