Home / Sejarah / Zaman Para Rasul

Zaman Para Rasul

Pejabat istana dari Etiopia itu sedang membaca sebuah buku, kitab Yesaya. Rupa-rupanya dia baru saja membelinya di Yerusalem untuk bahan bacaan dalam perjalanannya pulang ke negerinya. Allah mengutus Filipus untuk menjelaskan isi kitab itu, dan kemudian sang pejabat dibaptis. Setelah itu Filipus menghilang, tetapi dalam perjalanan yang dilanjutkannya, pastilah sang pejabat membaca lagi kitabnya. Dan entahlah berapa orang lain lagi yang kemudian juga membacanya di negerinya!

Paulus memberitakan Injil secara lisan, tetapi tidak lupa mengajar, menasihati, dan menghiburkan, jemaat-jemaat yang telah lahir. Surat-suratnya disimpan oleh gereja dan dibaca oleh jemaat-jemaat lain juga, seperti nyata dari kata penutup Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Kolose:

Dan bilamana surat ini telah dibacakan di antara kamu, usahakanlah, supaya dibacakan juga di jemaat Laodikia dan supaya surat yang untuk Laodikia dibacakan juga kepadamu. (Kol. 4:16)

Kata Petrus bahwa dalam surat-surat Paulus itu ada hal-hal yang sukar difahami (2 Petrus 3:16)

menyatakan juga bahwa surat-surat Paulus sudah segera dikenal umum.